Kirab dan Brokohan Hari Lahir Pancasila Menjadi Identitas Budaya
Blitar, (02/6). Pancasila merupakan fondasi utama
yang menjaga keutuhan bangsa. Oleh karenanya, peringatan Hari Lahir Pancasila
yang dikemas melalui kegiatan budaya dinilai menjadi cara efektif untuk
menghadirkan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan anggota DPR RI dari Fraksi
Partai NasDem, Nurhadi, saat mengikuti penyelenggaraan Kirab dan Brokohan Hari
Lahir Pancasila di Pendopo Sasana Adhi Praja (SAP) Kabupaten Blitar, Jawa
Timur, Senin (1/6/2026) malam.
Menurut Nurhadi, kegiatan Kirab dan Brokokan layak
dikembangkan menjadi identitas budaya khas Kabupaten Blitar karena mampu
memperkuat nilai kebangsaan, persatuan masyarakat, sekaligus menggerakkan
perekonomian daerah.
“Semakin kuat penghayatan terhadap Pancasila, tentu
akan semakin memperkuat NKRI. Pancasila adalah landasan negara yang menjadi
penyangga utama persatuan bangsa,”
ujarnya.
Anggota Komisi IX DPR RI itu juga mengaku terkesan
dengan keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam kirab tersebut, mulai dari
seniman, budayawan, pelajar, organisasi masyarakat hingga peserta dari berbagai
kecamatan.
“Ini yang saya apresiasi. Artinya semangat
Pancasila benar-benar dihadirkan secara bersama-sama,” tukasnya.
Selain memperkuat kebersamaan, dinilai oleh Nurhadi,
bahwa kegiatan tersebut juga berdampak positif bagi ekonomi masyarakat.
Antusiasme ribuan warga yang memadati jalur kirab dinilai membuka peluang bagi
pelaku UMKM dan usaha kecil untuk memasarkan produknya.
“Tadi kita lihat sendiri, ribuan masyarakat tumpah
ruah di sepanjang jalan menyaksikan kirab. Ini bukan hanya memperingati Hari
Lahir Pancasila, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Ia pun mendorong Bupati agar kegiatan serupa terus
dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat sehingga dampak
sosial dan ekonomi yang dihasilkan semakin besar.
Pada momentum Hari Lahir Pancasila ini, ditegaskan
oleh Nurhadi, bahwa nilai-nilai Pancasila tetap relevan dalam kehidupan
sehari-hari karena mengajarkan toleransi, kerukunan, dan kehidupan yang
harmonis.
Ditegaskan juga oleh Legislator NasDem dari Dapil
Jawa Timur VI (Kabupaten Tulungagung, Kota Kediri, Kota Blitar, Kabupaten
Kediri, dan Kabupaten Blitar) itu, Kabupaten Blitar memiliki peluang besar
menjadikan Kirab dan Brokohan Pancasila sebagai agenda budaya unggulan yang dikenal
luas. Ia menilai kegiatan tersebut dapat menjadi identitas daerah sebagaimana
sejumlah daerah memiliki agenda budaya khas yang menjadi daya tarik masyarakat.
“Kalau Ponorogo punya Grebeg Suro, Jember punya
Jember Fashion Carnaval, maka Kabupaten Blitar bisa memiliki Kirab dan Brokohan
Pancasila sebagai identitas daerah,”
tuturnya.
Nurhadi optimistis, dengan persiapan yang lebih
matang dan dukungan yang lebih luas, Kirab dan Brokohan Pancasila dapat
berkembang menjadi agenda budaya besar yang tidak hanya memperkuat nilai
kebangsaan, tetapi juga menarik pengunjung dari berbagai daerah ke Kabupaten
Blitar. (JHL.7)